| 0 comments ]

Belajar bahasa dan budaya akan lebih efektif apabila langsung bersentuhan dengan bahasa dan budaya yang dipelajari. Itulah yang menjadi alasan bagi 14 mahasiswa dari Guangdong University of Foreign Studies (GDUFS) Cina untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia di UNY.

Rencananya, mahasiswa Faculty of Asian Languages and Cultures GDUFS itu akan belajar selama satu semester di UNY dengan model transfer kredit. Selama kuliah di UNY mereka akan diajar oleh dosen-dosen pengajar bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA) yang sudah memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pembelajaran BIPA.

Kegiatan perkuliahan akan dimulai 5 September, acara penyambutan dan pembukaan program telah diselenggarakan oleh Kantor Internasional UNY. Acara tersebut diawali dengan orientasi budaya yang disampaikan oleh Dr Widyastuti Purbani, Kepala Kantor Internasional UNY, dan Bimo Yuwono, Sekretaris Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Kepala Kantor Internasional, sambutan dari dosen pendamping dari GDUFS, Prof Gunawan (Cai Jincheng) serta sambutan sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi oleh Wakil Rektor I UNY, Prof Dr Nurfina Aznam SU Apt.

Prof Nurfina mengharapkan, para mahasiswa dapat belajar dengan baik dan dapat merasakan kenyamanan selama belajar di UNY . Selain itu diharapkan juga hubungan antara UNY dan GDUFS tidak selesai hanya sampai pada pengiriman mahasiswa itu saja tetapi dapat dikembangkan lebih luas melalui program-program yang lain.

Sebagai hiburan acara itu juga menampilkan tarian yang dibawakan oleh mahasiswa FBS dan sajian musik dari edsacoustic dan mahasiswa GDUFS. Dalam kesempatan itu pula, para mahasiswa GDUFS turut meramaikan acara dengan menyanyikan lagu, baik lagu Tionghoa, Inggris, maupun Indonesia. Acara semakin seru karena dipandu oleh kolaborasi mahasiswa asing asal China yang saat ini kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNY dan salah seorang tutor.

0 comments

Post a Comment